Tentang
Halo, saya di balik Seaghost
Fotografer lepas yang lebih sering memotret sebelum matahari naik.
Pendekatan
Nama Seaghost datang dari kebiasaan memotret di pesisir saat subuh — kabut tipis di atas air, orang-orang yang datang dan pergi seperti bayangan, cahaya yang cuma bertahan sepuluh menit. Sejak itu prinsipnya tidak berubah: datang lebih awal, tunggu, jangan banyak mengatur.
Saya jarang memotret dengan lampu tambahan. Hampir semua foto di sini pakai cahaya yang memang ada di tempat itu, dengan pengolahan seadanya — biasanya cuma perbaikan eksposur, warna, dan pemotongan bingkai.
Yang biasa saya kerjakan
- Lanskap & alamPerjalanan, pesanan, lisensi
- PotretPersonal, keluarga, profil
- Dokumentasi perjalananMulti-hari, cerita utuh
- Lisensi fotoCetak, editorial, komersial
Peralatan
- Kamera utamaSony A7 III
- Kamera keduaFujifilm X100V
- Lensa lebar16–35mm f/4
- Lensa serbaguna24–70mm f/2.8
- Lensa potret85mm f/1.8
- Tele70–200mm f/4
- PenyanggaTripod karbon ringan
- Olah fotoLightroom Classic
Catatan singkat
- Berbasis diIndonesia
- Mulai memotret2018
- Foto di situs ini18 karya
- BahasaIndonesia, English